Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Islam Mulai Ditakuti Umatnya?

Beberapa waktu yang lalu, publik kembali digegerkan dengan pemberitaan pencoretan bendera yang dilakukan oleh nurul fahmi, dengan tulisan kalimat tauhid, lailahaillah dengan arti “tiada tuhan selain Allah”. Miris memang jika kita memandang kejadian ini. kenapa tidak, sebelum itu, ada beberapa kejadian pencoretan bendera yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, namun tidak begitu digubris oleh kepolisian. Katakanlah kasus yang serupa dengan tema yang sama, pada unjuk rasa pendukung ahok yang menulis dilambang bendera merah putih “kami minta ahok dibebaskan”. Fenomena ini tentunya membuat publik bertanya-tanya, “mengapa isu pelanggaran pencoretan lambang bendera baru bergema setelah adanya tulisan kalimat tauhid di lambang bendera?”. Sedangkan sebelumnya, aksi serupa juga pernah dilakukan di beberapa selebrasi publik dan bahkan ditonton oleh presiden sendiri. Berkaca dari hal tersebut, maka sudah barang pasti dapat disimpulkan, bahwa Islam mulai ditakuti oleh penganutnya sendi...

Hadith and Orientalists

Inevitable, that the words of the Prophet can be channeled properly up to the present times. All narration are a scientific process by conducting rigorous research and selectively to produce good results. Although in the process, encountered a fake hadith transmission activity, but it can be overcome thanks to the critics of hadith by investigating ambiguity and irregularities contained in the hadith element. This occurs because of the interests of certain parties to achieve their goals. By relying on words of the prophet Muhammad as a supporting their argument, then their opinion or doctrine can be accepted easily by the Muslim community at that time. An extraordinary appreciation must be given to the critics of hadith, who have filtered it with a particular approach so that the validity of a hadith is acceptable. But, unlike the case with critics saying that the hadith is an artificial the scholars of Islam and not from Prophet Muhammad SAW. it is a big lie. The critics...

Pandangan Muhammad Iqbal tentang Wahdatul Wujud

Iqbal meramu postulat, “ Saya berbuat, karena itu saya ada (I act, therefore I exist), membedakannya dari pemikir Muslim terdahulu yang banyak terjebak kenikmatan asketisme .               Dalam memandang wahdatul wujud , Iqbal mengistilahkannya dengan “kesadaran mistis”. Kesadaran mistis/ wahdatul wujud dalam pengertian Muhammad Iqbal adalah sebagai salah satu usaha yang dilakukan manusia dengan menafikan kehendak pribadi ketika mengidentifikasi dirinya dengan Tuhan. Hal ini menyebabkan, para praktisi aliran tasawuf ini merasakan bahwa segala unsur material adalah fana. Iqbal berargumen bahwa sikap menafikan diri bukanlah jalan untuk mencapai kesempurnaan diri.               Ia memandang, bahwa pusat dan landasan organisasi manusia adalah ego yang dimaknai sebagai seluruh cakupan pemikiran dan kesadaran tenang kehidupan. Ia senantiasa bergerak di...

Asbabun Nuzul dalam Kacamata Syahrur

              Modern dan kontemporer, sering diartikan sama oleh khalayak umum, padahal, ada partikulasi di dalam keduanya. Bila ditinjau dari sudut pemikiran Arab pasca kebangkitan, biasanya terdapat istilah pemikir modern dan kontemporer. Perlu diketahui, bahwa modern adalah kini yang sudah lewat, namun masih bersifat modern. Sementara kontemporer kekinian atau kini. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa kontemporer sudah tentu modern, namun modern tidak bisa dikatakan kontemporer.               Syahrur, ia adalah salah seorang pemikir Arab kontemporer. berkebangsaan Syiria. Syahrur agaknya salah seorang pemikir yang menolak turats (tradisi). Ia memahami bahwa untuk mendapatkan pesan ketuhanan, warisan tradisi semestinya tidak boleh dipercaya kebenarannya. Umat Islam harus melihat permasalahan tersebut sendiri tanpa meminjam kacamata orang-orang t...

Hermeneutika: Sebuah Pendekatan Interpretasi Terhadap Teks Kuno

Hermeneutika, didefinisikan sebagai seni dan ilmu dalam menafsirkan teks-teks yang mempunyai otoritas, khususnya teks-teks suci seperti al-Qur’an. Ini merupakan sebuah pendekatan yang dapat dikatakan baru dalam dunia penafsiran al-Qur’an. Dalam sejarahnya, hermeneutika adalah pendekatan-pendekatan yang dicetus oleh barat dan kemudian diadopsi oleh pemikir-pemikir modernis islam dalam menggali nilai aktual dan faktual yang terdapat dalam al-Qur’an. Pada hakikatnya, hermeneutika sebagai sebuah metode penafsiran, bukan hanya terdiri dari satu bentuk, melainkan beberapa model dan varian. Adapun vasiasinya sebagai berikut. Pertama , hermeneutika ojektif, yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh klasik seperti Friedick Schleiermacher (1768-1834), Wilhelm Dilthey (1813-1911) dan Emilio Betti (1890-1968). Cara pendekatan model ini adalah memahami teks sebagaimana yang dipahami pengarangnya, sebab apa yang disebut teks, menurut Friedick Schleiermacher, adalah ungkapan jiwa pengarangnya. Da...
Kenapa kita masih gemar di dalam kelam? Semua ilusi adalah semu, semua yang berjisim adalah nyata. Berbaktilah semua hamba yang tidak lekang dahinya akan sujud syukur, ketika memandang bahwa semua hal yang terjadi bermuara dari Sang Pencipta. Namun, bukan berarti kita hanya duduk dan menerima apa yang diberikannya. Ada usaha yang harus di upayakan. Jangan sekedar. Lakukan sampai batas tenaga dan akal. Sejauh mana tenaga kita habis dan Sejauh mana akal kita mampu memuat berbagai persepsi dalam satu hari. Satu hari adalah umur yang berkah. Esok hari mungking sudah tiada. Pencapaian hanyalah sebuah ilusi dan usaha adalah kenyataan yang benar. Apa yang kita capai terkadang tak kunjung sampai. Sementara yang tidak di upayakan datang dengan sendirinya. Sehingga kita sering bertanya “Fenomena apa ini,?”, “kenapa seperti ini?” dan sebagainya. Maka ketika akal tidak bekerja atas fenomena yang kita alami itu, nyatalah kita dalam kelam. Kebingungan. Tidak tau di mana kita sedang b...

Filosofi Perjalanan

Sudah lama, bersama mikrolet ala Bireuen. Namanya BE, konon merupakan singkatan dari "Bireuen Express". Memang beberapa diantaranya terasa express, namun sebagian besar tidak. Supirnya harus mengatur jalur lintas dan menjaga jarak antar mikrolet untuk menyamaratakan jumlah penumpang yang mereka angkut. Hampir semua supir yang kulihat menggunakan HP, untuk berkomunikasi dengan supir lain. Biasanya menanyakan jumlah calon penumpang yang ada di depannya, bisa juga mendeteksi keberadaan keberadaan mikrolet "musuh bebuyutannya (supir lainnya)-". Entah apa percakapannya, aku tidak tau. tapi bila diperhatikan dari jauh, para supir terlihat seperti anak muda yang sedang menelpon kekasihnya. Seperti terbius dengan lalu lintas cinta. Paras-paras gagah dan cantik banyak terlihat di sana. Mahasiswa dan mahasiswi, mereka bersemangat untuk pergi kuliah. beberapa diantaranya saling mencuri pandang dan bertukaran nomor hanphone. Juga pernah kulihat kisah cinta di Mikrolet itu...