Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cinta

Surat Cinta yang Tak Terserah

Assalamualaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh Atas permintaan puan, meminta saya supaya berkenan menulis sepucuk surat cinta yang nantinya menjadi ubat untuk dikenang, maka berlakulah jari-jemari saya menulis beberapa madah, kata-kata asmara. Hendaknya menjadi pelipur lara bilamana sampai kesedihan itu merajai hati, menerbitkan pucuk-pucuk rindu baru, usai dipetik ia sebagai obat. Tertanda permintaan puan itu, di tanggal 7 agustus 2018. Sungguh tak pandai saya merangkai kata-kata. Tak seperti Zainuddin, sang pemuda dari Mengkasar. Namun saya paham akan dalam rasa cintanya kepada Hayati. Seperti kata para pendahulu, “tak lapuk karena hujan, tak lekang oleh panas”. Begitulah perasaan cinta saya kepada puan. Meskipun hebatnya perasaan saya yang membara itu, namun jua kelu lidah saya bila bersahut sapa dengan puan. Kata-kata itu tersendat begitu saja di pangkal marih saja. Mati rasa pita suara saya. Puan, sebenarnya saya tidak tau harus menyampaikan apa. Warna-warna di dalam hat...

RADAR

Radar, masyarakat awam memahaminya sebagai sebuah sinyal untuk melacak suatu benda dari kejauhan. Banyak ditemui di film-film, contoh visualnya biasa dapat dilihat di kapal laut atau kapal selam. Juga di pesawat. Apalagi sekarang sudah ada pesawat mata-mata. Anti radar. Wah. Bingung, gimana cara buatnya? Tapi, radar yang jadi judul di artikel ini bukan seperti contoh yang disebutkan di atas. Melainkan radar yang ada di manusia. Tidak pakai mesin besi pemancar sinyal, penangkap sinyal atau monitor untuk memantaunya. Radar ini lebih bersifat abstrak. Sesuatu yang ada di dalam “sini”. Bingung kan? Sama . Hehe. Radar yang mesinnya abstrak ini jika dipanjangkan kalimatnya menjadi, “kontak batin”. Yaitu sebuah fenomena yang bisa jadi pernah dirasakan semua manusia. Biasanya itu terjalin karena ada ikatan sedarah. Seperti orang tua dengan anak atau sebaliknya, seseorang dengan saudaranya atau kerabatnya. Jelasnya, si A akan merasakan apa yang dirasakan si B dalam waktu yang bersa...

Kata-Kata dan Perasaan

Banyak hal yang tidak bisa diungkapkan dalam hidup ini. Apalagi bagi tipikal orang yang cenderung pendiam atau tidak mahir mengungkapkan maksud perasaannya dengan sempurna, sehingga maksudnya sulit untuk dapat diterima dengan utuh oleh si pendengar. Itu lumrah terjadi bagi sebagian orang, memang tidak semuanya. Kita tidak bisa menyangkal, bahwa kata-kata yang keluar dari komponen alat bicara kita adalah ekspresi dari perasaan yang menetap di dalam sanubari. Bahwa kata-kata seorang guru yang keluar ketika mengajarkan suatu bidang ilmu kepada anak didiknya merupakan ekspresi perasaannya yang berhasrat untuk mengajari. Bahwa seorang ibu yang memarahi anaknya karena berbuat salah, merupakan ekspresi kekesalan hatinya karena perbuatan anaknya tersebut. Bahwa seorang nelayan bernyanyi sambil memancing ikan di atas perahu, karena hatinya sedang cerah, secerah langit laut, tak diganggu angin riuh nan kencang. Sekilas, kita bisa menilai, bahwa perasaan itu bisa dengan serta merta dapat d...
        Takkan ada yang lebih indah, selain memuja dan mengabarkan ini kepadamu Ya Allah. Wahai yang Maha Agung, Maha Bijaksana, Maha Pemberi, Maha Mengetahui, Maha Pengasih, Maha Penyayang. Engkaulah peganganku, tumpuanku, pelindungku, penguasa jasad dan hatiku. Pegangi aku Ya Rahman, naungi aku dengan kasih sayang-Mu yang Rahim. Ya Wadud, lindungilah jasad dan hatiku. Sungguh Aku telah berserah diri kepada apa pun yang telah Engkau tetapkan. Cenderungilah hati ini dengan ketetapan agama-Mu yang benar, jangan Engkau bolak-balikkan ia. Bimbinglah aku Ya Rabb, tunjuki aku jalan yang lurus dan benar.      Ya Allah Ya Tuhanku, begitu rusaknya ingatan ini untuk mengingat segala nikmat yang telah Engkau berikan. Begitu banyak dosa yang telah ku buat, ampuni aku Ya Allah, atas semua kekurangan ini. Ampuni aku Ya Allah atas semua kekurangan ini, ampuni aku Ya Allah atas kekurangan ini.        Ya Allah Ya Tuhanku. Aku tau semua yang E...

My Dear, Bagaimana Jika Aku Buta?

Ketika ada bentuk asap yang  keluar dari kulit, Berpencar dengan cepat dan menuju ke segala penjuru, Pupilku menjadi kacau, tidak beraturan, Juga telapak tanganku yang tak mau menggenggam, Padahal syaraf telah menegang, berusaha, . . . Aku berjalan di dalam layar klasik, Melihat beberapa warna dalam sekilas, saat aku menoleh cepat, Hijau, biru, ungu, merah jambu, Seperti bercak-bercak , aku sudah tidak ingat, Dan ketika aku memperhatikannya sekali lagi, Ia menjadi klasik kembali, Aku berputar di tempat, sambil melihat langit, Setiap kali berhenti, aku melihat warnanya, Aku tersenyum, Namun tidak lama kemudian, Ia menjadi klasik kembali, Dan aku berputar lagi, lalu berhenti. Merasa pusing dan terjatuh dengan mata tertutup, Membuka mata, Dan semuanya menjadi hitam, , Aku berjalan, dan hanya menangkap gambar yang berantakan, Lalu duduk di bawah sesuatu yang kuanggap pohon, Aku menangis, Dan mengatakan, My dear, , Bagaimana jik...

Berbeda Untuk Bersama

Cinta, meniadakan dan mengadakanmu . .  Dengannya kamu akan berharap. . Betapa indahnya bila kita mampu memilikinya . . Segala perbedaan akan menjadi jalan keindahannya, , Bahkan, Sekalipun perasaan tulusmu tak diterima, , Itu akan menyedihkan untuk beberapa saat, Namun kemudian, Keindahan hikmahnya akan menghiasi jalan ceritamu , , Bermimpilah, Meski itu tidak mungkin, Karena kekuasaan bukan terletak di tanganmu, Melainkan Dia yang Maha segalanya . .

Nugie, Nama Kamu "Nita"

kamu bilang aku ipank , karena aku lebih berani . . katamu juga " biar aku saja yang jadi nugie karena nyalaiku lebih ciut" kita berbagi tawa di belakang rumahmu, , sambil menikmati rokok papamu yang tertinggal di meja makan . . . lalu, , obrolan kita berhenti sejenak, , tanganmu meraih sepotong ranting kering dan menuliskan sesuatu di pasir material . . " klo kita uda tua, kita akan jadi apa ya?" wajahmu terang berbinar, , lesung pipimu dalam, , gigi gerahammu tampak jelas karena senyummu lepas . . delapan bulan setelah hari itu . . masih berdenging jelas, suara lonceng sekolah kita di 13.30 , , kakiku melangkah cepat seolah ingin keluar dari neraka , , tapi, kamu selalu lebih awal menungguku di gerbang sekolah bersama sepeda motor baru milikmu . . klaksonnya kamu bunyikan panjang, sampai pikiranku risih dan malas, kenapa aku selalu dipanggil dengan benda mati barumu , , katamu " hari ini tanggal 4 mei, ayo kita beli sesuatu buat si ite...