Pernah ku bermain-main denganmu Berkejar-kejar di ruang halaman Pernah ku genggam tanganmu yang halus Sewaktu kita menyeberang titian Betapa bahagia rasa hatiku Bila teringat masa yang lalu Lalu terdengar ibumu memanggil dan menghimbau Kau kembali pulang Tapi, setelah dewasa Lain pula sikapnya Tiada boleh berjumpa Dipagar adat kita Bilakah gerangan masanya nanti Dapat kita berjumpa kembali Esok kah, setahun lagi Entah kan begini, selama-lamanya Sebuah nandung melayu mendayu di atas mimbar, Al-mukarram KH. Teungku Zulkarnain. Menit 10.27.
Tidak ada yang lebih indah melainkan ketika manusia mencintai Rabb-nya melebihi dunia ini dan segala isinya