Langsung ke konten utama

Hitam

Hitam lalu, ,
Ia, misteri . .
Menafikan tebakan benar,
Lalu menertawakannya di ruang gelap,
Dan akhirnya, ,
Tersenyum sinis, seperti hantu,
Di balik lipatan pintu . .

Ia, pemisah diri,
Pencinta darah merah . .
Menyapunya dengan lembut dan memercik,
Setelah melukai diri dan membantai yang lain . .

Tawanya tak pernah bersuara,
Cuma cekikan kecil, di suasana sunyi, ,
Meredam kucir, untuk membelai belati, ,
Menoreh ubun-ubun,
Lalu puas, ,

Dan, ,

Hitam baru datang, ,
Ia, alas dasar redup, ,
Penyembunyi kepahitan, ,

Jika ia cahaya, maka itu adalah kelam, ,
Mata takkan bisa menangkap bias terang,
Karena ia hanya patut untuk dirasakan . .

Ia, penenang bertuah,
Atas kontraksi sangkaan hancur,
Dan pikiran pemberontak, ,

Sifatnya dalam dan dingin,
Tak berbatas, bahkan semakin dalam,
Perekah yang menciut,
Penenang kebimbangan, ,

Ia, juga pembalik,
Menjadi jalan yang membawa cinta,
Kepada angin,
Awan kapas,
Hujan, ,
Serta pertengahan malam . .

Kita selalu berjumpa,
Setiap kali mata menutup , ,
Terkadang juga engkau mengingatkan saat malam,
Bahwa aku akan selalu melihatmu, . .
Dengan mata yang tidak terbuka lagi,

Saat itu aku takut,
Karena engkau menampakkan kepadaku,
Warna hitam lalu,

"Allah, ampunkan si hina , ,"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RADAR

Radar, masyarakat awam memahaminya sebagai sebuah sinyal untuk melacak suatu benda dari kejauhan. Banyak ditemui di film-film, contoh visualnya biasa dapat dilihat di kapal laut atau kapal selam. Juga di pesawat. Apalagi sekarang sudah ada pesawat mata-mata. Anti radar. Wah. Bingung, gimana cara buatnya? Tapi, radar yang jadi judul di artikel ini bukan seperti contoh yang disebutkan di atas. Melainkan radar yang ada di manusia. Tidak pakai mesin besi pemancar sinyal, penangkap sinyal atau monitor untuk memantaunya. Radar ini lebih bersifat abstrak. Sesuatu yang ada di dalam “sini”. Bingung kan? Sama . Hehe. Radar yang mesinnya abstrak ini jika dipanjangkan kalimatnya menjadi, “kontak batin”. Yaitu sebuah fenomena yang bisa jadi pernah dirasakan semua manusia. Biasanya itu terjalin karena ada ikatan sedarah. Seperti orang tua dengan anak atau sebaliknya, seseorang dengan saudaranya atau kerabatnya. Jelasnya, si A akan merasakan apa yang dirasakan si B dalam waktu yang bersa...

Asbabun Nuzul dalam Kacamata Syahrur

              Modern dan kontemporer, sering diartikan sama oleh khalayak umum, padahal, ada partikulasi di dalam keduanya. Bila ditinjau dari sudut pemikiran Arab pasca kebangkitan, biasanya terdapat istilah pemikir modern dan kontemporer. Perlu diketahui, bahwa modern adalah kini yang sudah lewat, namun masih bersifat modern. Sementara kontemporer kekinian atau kini. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa kontemporer sudah tentu modern, namun modern tidak bisa dikatakan kontemporer.               Syahrur, ia adalah salah seorang pemikir Arab kontemporer. berkebangsaan Syiria. Syahrur agaknya salah seorang pemikir yang menolak turats (tradisi). Ia memahami bahwa untuk mendapatkan pesan ketuhanan, warisan tradisi semestinya tidak boleh dipercaya kebenarannya. Umat Islam harus melihat permasalahan tersebut sendiri tanpa meminjam kacamata orang-orang t...

Silam