Langsung ke konten utama

Hitam

Hitam lalu, ,
Ia, misteri . .
Menafikan tebakan benar,
Lalu menertawakannya di ruang gelap,
Dan akhirnya, ,
Tersenyum sinis, seperti hantu,
Di balik lipatan pintu . .

Ia, pemisah diri,
Pencinta darah merah . .
Menyapunya dengan lembut dan memercik,
Setelah melukai diri dan membantai yang lain . .

Tawanya tak pernah bersuara,
Cuma cekikan kecil, di suasana sunyi, ,
Meredam kucir, untuk membelai belati, ,
Menoreh ubun-ubun,
Lalu puas, ,

Dan, ,

Hitam baru datang, ,
Ia, alas dasar redup, ,
Penyembunyi kepahitan, ,

Jika ia cahaya, maka itu adalah kelam, ,
Mata takkan bisa menangkap bias terang,
Karena ia hanya patut untuk dirasakan . .

Ia, penenang bertuah,
Atas kontraksi sangkaan hancur,
Dan pikiran pemberontak, ,

Sifatnya dalam dan dingin,
Tak berbatas, bahkan semakin dalam,
Perekah yang menciut,
Penenang kebimbangan, ,

Ia, juga pembalik,
Menjadi jalan yang membawa cinta,
Kepada angin,
Awan kapas,
Hujan, ,
Serta pertengahan malam . .

Kita selalu berjumpa,
Setiap kali mata menutup , ,
Terkadang juga engkau mengingatkan saat malam,
Bahwa aku akan selalu melihatmu, . .
Dengan mata yang tidak terbuka lagi,

Saat itu aku takut,
Karena engkau menampakkan kepadaku,
Warna hitam lalu,

"Allah, ampunkan si hina , ,"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAYUHAN TAK SEMPURNA:‎ ‎(Analogi Nilai 1 Sampai 9 dari Angka 10)‎

‎** 1 **‎ Kampus Kumuh Di lantai tiga, ada empat ruangan yang berjejer dengan masing-‎masing dua daun pintu. Cat dindingnya mulai lapuk dan terkelupas. ‎Kursi senyawa meja tampak berserakan di dalam ruang. Banyak guratan ‎stip-X di atasnya, bahkan di dinding. Kebanyakan tentang pernyataan ‎cinta, konsep jawaban untuk ujian final sampai pola gambar tak jelas. ‎seperti ekspresi dari rasa bosan, renungan buram dan hal rumit lainnya.‎ Sepanjang lorongnya berserakan sampah. Kertas-kertas yang ‎diremas padat, bungkus makanan, sampai puntung rokok. Belum lagi ‎beratus helaian daun kering yang terbang dibawa angin. Suasananya ‎tidak bagus, bahkan terasa mistis kala sinar senja mulai menyingsing.‎ Itu kampus Ajar. Walaupun seperti rumah sakit jiwa. Bukan. ‎Bahkan rumah sakit jiwa tidak seperti itu. Namun dengan serta merta ‎harus diterima. Coretan nakal para mahasiswa di dinding dan kursi meja ‎adalah seni lukis langka yang tidak pernah ditemukan di tempat ‎manapun. Kertas ya...

Nashriah (perempuan penolong) "Kemuliaan hati seorang gadis kecil geurugok"

Kanak-kanak di dunianya, sepintas terlintas di benak kita tentang alam imajinasi, bermain dan selalu ingin bersenang-senang dengan cara mereka. banyak orang yang   mengatakan bahwa masa anak-anak adalah masa yang paling indah. Jelas benar, karena di dimensi ini, anak-anak tidak menyadari sepenuhnya tentang masalah, penderitaan dan perjuangan. namun, sadarkah kita bahwa diluar sana ada beberapa anak diatas rata-rata ? ya, mungkin ada beberapa orang saja. Seperti Nasriah. Kusebut saja namanya demikian karena kami belum berkenalan. Dia perempuan kecil yang berani, kulitnya agak gelap dengan seragam sekolah yang tidak terlalu bagus. Di kawasan geurugok, bireuen. Aku melihat anak yang luar biasa ini. sebuah kejadian mencengangkanku dan beberapa orang yang melihatnya waktu itu. serentak, kami tergamam karena keberanian perempuan kecil berseragam merah putih itu saat berada di pinggir jalan hendak menyebrang. Saat itu, aku sedang berhenti sebentar di sebuah kios pinggir jalan. ...