Langsung ke konten utama

Nashriah (perempuan penolong) "Kemuliaan hati seorang gadis kecil geurugok"




Kanak-kanak di dunianya, sepintas terlintas di benak kita tentang alam imajinasi, bermain dan selalu ingin bersenang-senang dengan cara mereka. banyak orang yang  mengatakan bahwa masa anak-anak adalah masa yang paling indah. Jelas benar, karena di dimensi ini, anak-anak tidak menyadari sepenuhnya tentang masalah, penderitaan dan perjuangan.
namun, sadarkah kita bahwa diluar sana ada beberapa anak diatas rata-rata ? ya, mungkin ada beberapa orang saja. Seperti Nasriah. Kusebut saja namanya demikian karena kami belum berkenalan. Dia perempuan kecil yang berani, kulitnya agak gelap dengan seragam sekolah yang tidak terlalu bagus.
Di kawasan geurugok, bireuen. Aku melihat anak yang luar biasa ini. sebuah kejadian mencengangkanku dan beberapa orang yang melihatnya waktu itu. serentak, kami tergamam karena keberanian perempuan kecil berseragam merah putih itu saat berada di pinggir jalan hendak menyebrang. Saat itu, aku sedang berhenti sebentar di sebuah kios pinggir jalan.
Bagaimana tidak, tiba-tiba perempuan kecil itu berlari dan berhenti di tengah jalan sedang volume kendaraan pagi itu sangat ramai. Mobil yang berada di depannya berhenti spontan dan membunyikan klakson panjang, berkali-kali. tapi ia tidak peduli. Keheranan memuncak dan menarik perhatian orang sekitar kala itu, juga pak polisi yang sedang mengatur kelancaran lalu lintas.
Nasriah yang berlari ke tengah jalan berniat untuk menolong seekor kucing yang masih hidup dan tidak mampu berjalan. Kurasa sebelum kejadian itu, kucing tersebut sudah dilanggar kendaraan dan tidak sempurna tergilas ban mobil/sepeda motor, sehingga membuatnya setengah menderita dan tidak dapat berjalan. Gadis kecil itu bergegas untuk menyelamatkannya, sebelum kucing itu digilas untuk kedua kalinya, dan ia berhasil.
Ku dengar suara pengemudi sedan itu marah dan memaki-maki Nasriah dari dalam mobil. Lucu, Ia hanya diam dan meletakkan kucing itu di bawah pohon pinggir jalan. Seperti mengangap bahwa pengemudi itu sedang hilang ingatan atau mungkin mabuk. Tak peduli. Namun, tak lama setelah itu, pak polisi datang dan menyarankan pengemudi itu untuk lekas pergi. Aku takjub. Mungkin pak polisi itu juga merasakan hal yang sama. Tak bisa ku bayangkan bahwa ia begitu dewasa menghadapi supir itu.  Aku melihat polisi itu menegur dan berbincang singkat sambil mengelus kepala gadis kecil itu. Ia dipandu untuk menyebrang. sambil berjalan pelan matanya terus melihat kucing berbulu kuning itu. aku memperhatikannya sampai ia menghilang di balik pagar sekolah.
Kekuatan besar di tubuh sekecil itu, siapa sangka?. Terkadang orang dewasa pun tidak mempunyainya. Ia mungkin masih berada di dunianya. Tapi, ia juga telah berada di dunia orang-orang yang peduli terhadap sesama, seperti para aktivis-activis ikhlas di luar sana. Suatu hari, mungkin Nasriah akan menjadi orang besar yang berhati besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RADAR

Radar, masyarakat awam memahaminya sebagai sebuah sinyal untuk melacak suatu benda dari kejauhan. Banyak ditemui di film-film, contoh visualnya biasa dapat dilihat di kapal laut atau kapal selam. Juga di pesawat. Apalagi sekarang sudah ada pesawat mata-mata. Anti radar. Wah. Bingung, gimana cara buatnya? Tapi, radar yang jadi judul di artikel ini bukan seperti contoh yang disebutkan di atas. Melainkan radar yang ada di manusia. Tidak pakai mesin besi pemancar sinyal, penangkap sinyal atau monitor untuk memantaunya. Radar ini lebih bersifat abstrak. Sesuatu yang ada di dalam “sini”. Bingung kan? Sama . Hehe. Radar yang mesinnya abstrak ini jika dipanjangkan kalimatnya menjadi, “kontak batin”. Yaitu sebuah fenomena yang bisa jadi pernah dirasakan semua manusia. Biasanya itu terjalin karena ada ikatan sedarah. Seperti orang tua dengan anak atau sebaliknya, seseorang dengan saudaranya atau kerabatnya. Jelasnya, si A akan merasakan apa yang dirasakan si B dalam waktu yang bersa...

Asbabun Nuzul dalam Kacamata Syahrur

              Modern dan kontemporer, sering diartikan sama oleh khalayak umum, padahal, ada partikulasi di dalam keduanya. Bila ditinjau dari sudut pemikiran Arab pasca kebangkitan, biasanya terdapat istilah pemikir modern dan kontemporer. Perlu diketahui, bahwa modern adalah kini yang sudah lewat, namun masih bersifat modern. Sementara kontemporer kekinian atau kini. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa kontemporer sudah tentu modern, namun modern tidak bisa dikatakan kontemporer.               Syahrur, ia adalah salah seorang pemikir Arab kontemporer. berkebangsaan Syiria. Syahrur agaknya salah seorang pemikir yang menolak turats (tradisi). Ia memahami bahwa untuk mendapatkan pesan ketuhanan, warisan tradisi semestinya tidak boleh dipercaya kebenarannya. Umat Islam harus melihat permasalahan tersebut sendiri tanpa meminjam kacamata orang-orang t...

Silam