Langsung ke konten utama

Postingan

Hitam

Hitam lalu, , Ia, misteri . . Menafikan tebakan benar, Lalu menertawakannya di ruang gelap, Dan akhirnya, , Tersenyum sinis, seperti hantu, Di balik lipatan pintu . . Ia, pemisah diri, Pencinta darah merah . . Menyapunya dengan lembut dan memercik, Setelah melukai diri dan membantai yang lain . . Tawanya tak pernah bersuara, Cuma cekikan kecil, di suasana sunyi, , Meredam kucir, untuk membelai belati, , Menoreh ubun-ubun, Lalu puas, , Dan, , Hitam baru datang, , Ia, alas dasar redup, , Penyembunyi kepahitan, , Jika ia cahaya, maka itu adalah kelam, , Mata takkan bisa menangkap bias terang, Karena ia hanya patut untuk dirasakan . . Ia, penenang bertuah, Atas kontraksi sangkaan hancur, Dan pikiran pemberontak, , Sifatnya dalam dan dingin, Tak berbatas, bahkan semakin dalam, Perekah yang menciut, Penenang kebimbangan, , Ia, juga pembalik, Menjadi jalan yang membawa cinta, Kepada angin, Awan kapas, Hujan,...

Berbeda Untuk Bersama

Cinta, meniadakan dan mengadakanmu . .  Dengannya kamu akan berharap. . Betapa indahnya bila kita mampu memilikinya . . Segala perbedaan akan menjadi jalan keindahannya, , Bahkan, Sekalipun perasaan tulusmu tak diterima, , Itu akan menyedihkan untuk beberapa saat, Namun kemudian, Keindahan hikmahnya akan menghiasi jalan ceritamu , , Bermimpilah, Meski itu tidak mungkin, Karena kekuasaan bukan terletak di tanganmu, Melainkan Dia yang Maha segalanya . .

Senyum

Bermimpi dan berimajinasi, lalu terperangkap di ruang abstrak yang kontras, , di dalamnya, ada seribu warna-warni yang tidak bisa dilukiskan, , pudar menerang, , kupu-kupu yang terbang lemah, lalu hinggap di ujung bangku yang melengkung 2 lilitan, , lalu serbuk ilalang menjadi kunang-kunang, cerah mengabut, , tunas rumputnya menyala, lalu hujan turun . . titik air menjadi kaca, membola . . ada merpati putih, berekor kipas, tepi sayapnya bercorak emas. . lalu, sayapnya mengepak, dan angin menguat, , menerbangkan spora putih, teracak, , lalu mereka membentuk sebatang tubuh, , tepat, di depanku . . aku yang duduk dibangku kupu2, menengadah bingung. . karena ia yang berdiri lembut di paras angin, tersenyum, , "

Laman

di latihan kita . . sudah banyak ku dengar kekesalan kalian . . memarahiku dengan protes keras . . sampai salah seorang diantara kalian, , menyiram air ke arahku, sampai bajuku basah . . . aku menabuh rapa'i dan menyanyikan syairnya untuk mengiringi gerakan kalian, , kalian mengeluh dan mengatakan : " musiknya gak bagus bang !!! "  ku jawab : " rapa'inya gak bagus dek !! " tak ingin ku kecewakan kalian, lalu ku tabuh rapa'i itu dengan sekeras dan secepat mungkin, hingga tanganku kebas dan suaraku parau , , dan bahuku sakit saat malam tiba , , aku menunggu kedatangan kalian sejak jam 8.00 pagi, , sambil menyapu auditorium dan menggelar tikar untuk latihan, tapi latihan kita baru dimulai pada jam 10.00 . . lalu, aku memperhatikan wajah kalian yang tidak mengetahui, bahwa hampir setiap minggu, aku berangkat dari rumah hanya dengan uang Rp. 10.000,- aku meminta kalian untuk serius dalam latihan, , tapi kalian terus bercanda dengan t...

Nyanyian Pagi Hari

aku, anak seorang ibu penjual jajanan di salah satu sekolah di pemkot lhokseumawe , , setiap jumat pagi, pagi-pagi sekali, aku harus pergi ke pasar membeli barang dagangan ibuku yang tidak terlalu banyak . . sepeda motorku ku bawa pelan, karena tidak sanggup menahan dinginnya uapan embun yang masih mengambang, , apalagi 2 hari ini hujan selalu turun . . sampai harus ku tahan gigilan tubuh . . ini. . di jumat pagi 4 april, di simpang 4 kota krung geukuh . . ada pemandangan yang berbeda, padahal mungkin itu selalu kulihat setiap pekan . . . aku menyelip sebuah sepeda tua berkeranjang, , setiurnya banyak bintik karat, , rodanya berputar lambat karena kayuhannya yang pelan .. dan laju sepeda motorku kulambatkan pula . . itu seorang ibu berseragam guru, , sosoknya sudah tampak tua untuk mengayuh sepeda . . ku anggap ia lebih layak diantar oleh anaknya yang mungkin sudah besar . . keheranan ini, membuatku berpikir bahwa : "mungkin sepeda itu punya sejarah panjang...

Semangatnya

aku, bagian tim sosialisasi pengenalan kampus , , Institut Agama Islam Almuslim Aceh . . kami turun hampir ke seluruh sekolah menengah atas/ madrasah aliyah di kabupaten bireuen . . kemarin,  arah kami ke sebuah sekolah yang jauh dari jalan raya , , ku dengar dari orang-orang, nama lain dari sekolah itu adalah "sekolah matahari terbit" . . karena sekolah yang paling awal merasakan teriknya matahari pagi adalah sekolah itu . . ( katanya ) aku turun dari mobil tim,  melihat alam sekolah dengan cahaya kontras . . langkah ku gagah karena suasananya seakan memerah . . ku luruskan dasiku, dan kami menuju ruang kepala sekolah untuk mohon izin untuk mensosialisasikan kampus kami . . perbincangan singkat terjadi, bersama kepala sekolah "matahari terbit" . . selebihnya kegiatan kami di izinkan untuk di jalankan, dan kami mulai membagi tugas, untuk presentasi di tiga ruang yang berbeda . . aku, bersama wakil rektor 1. . masuk keruang IPS berkat anjuran salah...

Nugie, Nama Kamu "Nita"

kamu bilang aku ipank , karena aku lebih berani . . katamu juga " biar aku saja yang jadi nugie karena nyalaiku lebih ciut" kita berbagi tawa di belakang rumahmu, , sambil menikmati rokok papamu yang tertinggal di meja makan . . . lalu, , obrolan kita berhenti sejenak, , tanganmu meraih sepotong ranting kering dan menuliskan sesuatu di pasir material . . " klo kita uda tua, kita akan jadi apa ya?" wajahmu terang berbinar, , lesung pipimu dalam, , gigi gerahammu tampak jelas karena senyummu lepas . . delapan bulan setelah hari itu . . masih berdenging jelas, suara lonceng sekolah kita di 13.30 , , kakiku melangkah cepat seolah ingin keluar dari neraka , , tapi, kamu selalu lebih awal menungguku di gerbang sekolah bersama sepeda motor baru milikmu . . klaksonnya kamu bunyikan panjang, sampai pikiranku risih dan malas, kenapa aku selalu dipanggil dengan benda mati barumu , , katamu " hari ini tanggal 4 mei, ayo kita beli sesuatu buat si ite...